SD Negeri 1 Genukharjo Hadirkan Inovasi Digital: SADHEWA (Sistem AR Daur Hidrologi Edukatif dan Wawasan Air)

 Wuryantoro, 2025 – Dunia pendidikan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi digital. Salah satu terobosan terbaru hadir di SD Negeri 1 Genukharjo, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, di mana guru dan siswa kelas 5 memanfaatkan Assemblr EDU, sebuah aplikasi berbasis Augmented Reality (AR), untuk mempelajari materi siklus air secara lebih interaktif dan menyenangkan.

Biasanya, materi siklus air dipelajari siswa melalui buku teks atau gambar ilustrasi di papan tulis. Namun kali ini, guru menghadirkan pengalaman berbeda dengan menampilkan tahapan siklus air dalam bentuk visual 3D. Melalui perangkat gawai, siswa dapat menyaksikan secara langsung bagaimana air di laut menguap karena panas matahari, berubah menjadi awan melalui proses kondensasi, kemudian jatuh kembali ke bumi dalam bentuk hujan, bahkan mengalir kembali ke laut untuk mengulang siklusnya.

Guru kelas menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi AR ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami konsep secara teori, tetapi juga bisa merasakan pengalaman belajar yang nyata dan mendalam. “Dengan Assemblr EDU, anak-anak bisa melihat seolah-olah mereka berada di dalam proses siklus air. Ini membuat mereka lebih mudah memahami dan mengingat setiap tahapannya,” tutur sang guru.

Gambar Visualisasi Siklus Air Menggunakan Teknologi Augmented Reality

Antusiasme siswa terlihat sejak awal pembelajaran. Mereka tampak kagum melihat simulasi awan bergerak, tetesan hujan jatuh, hingga aliran air yang kembali ke laut. Banyak di antara mereka yang aktif bertanya dan berdiskusi, bahkan mampu menjelaskan kembali tahapan siklus air dengan bahasa mereka sendiri.

Menurut salah satu siswa, pembelajaran dengan teknologi ini terasa seperti bermain sambil belajar. “Kalau pakai HP dan lihat langsung, lebih seru daripada cuma baca buku. Jadi lebih gampang ingat penguapan, kondensasi, sama hujan,” ujar seorang siswa dengan semangat.

Selain meningkatkan pemahaman siswa, inovasi pembelajaran ini juga mendorong terciptanya suasana kelas yang lebih hidup dan kolaboratif. Siswa diajak untuk bekerja dalam kelompok kecil, saling berdiskusi, dan mempresentasikan hasil pengamatan mereka terhadap proses siklus air.

Pemanfaatan Assemblr EDU di SD Negeri 1 Genukharjo menjadi bukti nyata bahwa teknologi digital dapat menjadi alat inovatif dalam dunia pendidikan. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga terlatih untuk berpikir kritis, kreatif, serta terbiasa menggunakan teknologi secara positif.

Dengan langkah kecil namun bermakna ini, diharapkan siswa semakin mencintai ilmu pengetahuan, khususnya pada bidang sains, serta siap menghadapi tantangan di era digital.

Komentar